GARIS WAKTU DESAIN GRAFIS INDONESIA – 1938 berdirinya PERSAGI

Pada tahun 1938 berdiri PERSAGI (Persatuan Akhli Gambar Indonesia) di Jakarta dengan anggota kurang lebih tiga puluh pelukis (di antaranya Agus Djaja sebagai ketua, S. Sudjojono, Abdul Salam, Sumitro, Sudibio, Sukirno, Suromo, Surono, Setyosa, Herbert Hutagalung, Syoeaib, Emiria Sunasa, dan sejumlah seniman lainnya). Serikat ini sering dianggap sebagai awal seni rupa modern Indonesia.

Para pelukis PERSAGI berupaya membangun ‘gaya Indonesia baru’ yang dikembangkan dari paduan antara nilai estetik tradisi dan nilai estetik modern. Semasa kolonisasi Jepang di Indonesia, PERSAGI mendapat wadah yang bernama Keimin Bunka Shidoso (Pusat Kebudayaan Jepang) yang didirikan pada tahun 1943. Spirit yang dicanangkan Jepang untuk membangun ‘Kebudayaan Timur’ mendapat tanggapan postif, hal ini terbukti dari keterlibatan para pelukis dalam membina senilukis Indonesia, dan tokoh-tokohnya antara lain adalah S. Sudjojono, Agus Djaja, dan Affandi yang kemudian diikuti oleh sejumlah pelukis muda di antaranya Otto Djaja, Henk Ngantung, Hendra Gunawan, Djajengasmoro, Kartono Yudhokusumo, Kusnadi, Sudjana Kerton, Trubus, Baharuddin, dan sejumlah seniman lainnya.

Sumber: Budaya Visual Indonesia: Membaca Makna Perkembangan Gaya Visual Karya Desain di Indonesia Abad ke-20.

Source: http://dgi.or.id/in-depth/history/garis-waktu-desain-grafis-indonesia.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *